sukirman09's blog

mencari dan memberi yang terbaik



Bidadari Surga


Bidadari surga, begitu aku menyebutnya. Aku tak tahu dari mana ia datang, namun ia memancarkan aura wajah yang berbeda. Penampilannya sederhana, layaknya seorang mahasiswi. Jilbabnya menutupi kepalanya., kulitnya putih, matanya penuh syahdu, pernah aku melihat bibir tipisnya melengkungkan senyum dengan sederet gigi putih yang rapih.

Bidadari surga itu bukan mahasiswi satu jurusan denganku, tapi sering kali kita bertatap temu. Ada ribuan orang di kampus kami yang sudah seperti sebuah kota kecil ini, tapi dialah orang yang menurutku paling sering aku temui. Kali ini kami bertemu di depan mushala, beberapa saat kemudian di gedung Matematika, tak lama kutemuinya lagi di pojok MIPA, dan setiap hari jumat ku menemuinya di lab matematika.
Aku memang tidak tahu namanya, karena aku tidak pernah bertegur sapa. Namun naluriku untuk menguak misterinya memberikan aku beberapa fakta: muslimah itu kuliah jurusan……, sepertinya ia adalah seorang gadis sunda,asli bogor.

Dan betapapun seringnya kita bertemu, aku tak sanggup berlama-lama mencuri pandang ke arahnya. Begitu juga dirinya. Pernah suatu saat mata kami saling beradu, tak lama kami segera mengalihkan pandang. Dan rasa itupun berdesir, seperti rasa gugup, atau sebuah rasa asing yang lain. Ya Rabb, apakah rasa ini? Apakah maksud di balik semua ini? Aku seorang lelaki biasa yang selalu berupaya menjaga hati, namun bayangan sang bidadari itu berkali-kali datang, sementara aku tercengkram dalam rasa ini.

Rasa ini, rasa yang bodoh, rasa yang mudah datang dan pergi. Tapi rasa ini pada sang bidadari berbeda dari rasa-rasa sebelumnya. Ya Rabb, apakah rasa ini?

Ah, rasa ini datang lagi
Rasa yang tak bosan-bosannya mengunjungiku
Rasa yang sering aku tertawakan karena kebodohannya
Ah, rasa ini sulit diusir
Hinggap lekat mendalam
Lalu tiba-tiba hilang seketika
Rasa ini membuat aku gugup
Namun ketika rasa ini pergi, membuat ku justru sangat cuek
Ah, rasa ini, mengapa selalu dimulai dengan tatapan
Yang membuat beribu tafsir
Yang makin membuatku tak berhenti berpikir
Hingga terukir, dan selalu mengalir
Rasa ini,
Mungkin hanya memberi sedikit sensasi
Khayalan
Harapan dan kecemasan
Atau mungkin rindu yang tak mendasar?
Tapi sekali lagi rasa ini hanya mampir sebentar
Sebelum kemudian kembali buyar

Sekalipun bayangan sang bidadari terus menerus hadir, aku belum memiliki keberanian untuk menanyakan siapa namanya. Cukup kehadirannya yang sekelebat membuat aku mengulaskan sebentuk senyum di wajah. Sang bidadari sepertinya sangat menjaga dirinya. Tak pernah aku lihat ia bersama-sama dengan seorang pria. Karena itulah, aku selalu mengurungkan niatku untuk menyapanya. Namun aku teringat sabda Rasulullah, bahwa janganlah kamu mencintai seseorang dengan cinta yang sangat, karena boleh jadi kamu akan membencinya…………………………..

Membaca Al-Quran

saya pernah mendapat email dari seorang teman berisi cerita hikmah yang mengingatkan kepada nenek saya tentang mengapa kita perlumembaca Al-Quran. berikut ini saya kutip kisahnya:

seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. setiap pagi sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-Quran. sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunyaseperti yang disaksikannya setiap hari. suatu hari ia bertanya pada kakeknya: “kakek, aku coba membaca Al-Quran sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. jadi apa gunanya membaca Al-Quran jika tak memahami artinya? sang kakek dengan tenag sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu:” cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air” Anak itu mengerjakan seperti ap yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa hbis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, ” Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.” Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya dengan ember tersebut. kakeknya mengatakan : ” Aku tidak ingin seember air, tapi sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras.” dan dia pergi ke luar untuk emnyaksikan cucunya mencoba lagi. pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, air sudah habis dan keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata: ” Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air di keranjang ini pasti akan habis di jalan sebelum sampai disini. Sang kakek menjawab: ” Nak, mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya?”

” Coba lihat dan perhatikan baik-baik  apa yang telah terjadi denagn keranjang itu?”

kenapa harus cinta…???

jangan dibaca.

.

.

.

.

.

.

.

………

.

.

.

..

.

..

.

..

.

..

.

..

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

ni bikin kesel ja..

beneran jangan bibaca…

!
!
!
!
!
!

cinta adalah misteri dalam hidupku yang tak pernah ku tahu akhirnya…

namun tak seperti cintaku pada dirimu yang harus harus tergenapi dalam kisah hidupku…

ku ingin s’lamanya mencintai dirimu sampai saaku akan menutup mata dan hidupku..

ku berharap abadi dalam hidupku…

ungu

Kenapa Harus AGH?

Terdorong dari masukan orang tua yang waktu itu menyarankan untuk masuk pertanian. Di samping itu saya rasa kesejahteraan masyarakat khususnya orang tua saya sendiri, yangmasih jauh dari panggang. Syukur Alhamdulillah ada salah satu program penerimaan mahasiswa baru yaitu USMI. Dengan program itulah saya dapat langsung memilih yang memang basisnya pertanian yakni IPB.

Selain dari pada itu seiring berjalannya waktu, saya mulai mencari tahu tentang ilmu pertanian, dan sebagi referensi saya pikir demikian untuk kedepannya. Ternyata alhasil, saya mendapatkan hal yang baru dan lebih sebelum yang sya pikirkan itu. Saya dapat mengaplikasikan ilmu dilapang karena saya sendiri waktu sebelum masuk IPB saya sering membantu orang tua saya di sawah.

Hal yang menarik pula saya mendapatkan ilmu-ilmu baru yang lebih kompatibel yaitu keterkaitan ataupun disiplin ilmu yang lain, seperti halnya ilmu tanah PIT (Pengantar Ilmu Tanah), cara berkomunikasi yang dipelajari di mata kuliah DASKOM dan keterkaitan ilmu yang lain.

Dengan demikian sampai sekarang saya mempelajari ilmu-ilu tentang pertanian di Mayor AGH ini dengan saksama. Dan harapannya saya dapat menggunakan ilmu-ilmu yang saya peroleh disini bermanfaat dengan tujuan memberi makan dunia (feed the world).

Dan harapan terakhir, smoga dapat konsisten dan komitmen yang tinggi terhadap ilmu-ilmu Agronomi dan Holtikultura tersebut.